Jumat, 25 Juli 2014

Anda Pengusaha? Ini Langkah Membangun Manajemen Team yang Kuat

Is-Building-a-Team-Really-That-Easy
Ketika mulai menjalankan sebuah bisnis, sangat wajar jika Anda ingin melakukan segala hal pada langkah awal. Anda akan melakukan segala hal sendirian untuk melihat bisnis tumbuh. Tapi seiring dengan pertumbuhan bisnis, maka akan sulit mengawasi penjualan, operasional, dan pemasaran sendirian. Pada titik ini, seorang pengusaha membutuhkan tim yang solid untuk menyelesaikan masalah ini. Anda perlu membentuk manajemen team yang luar biasa untuk mengelola semua bidang dalam perusahaan dan membawa bisnis Anda ke tingkat yang lebih baik. Membentuk manajemen team membutuhkan kecocokan dengan jenis pekerjaan agar anggota tim bisa kuat. Itu berarti tanggung jawab yang diberikan harus sesuai, tidak berdasar hubungan Anda dengan mereka atau seberapa dekat Anda dengan mereka. Ini juga berarti, tidak menempatkan diri Anda sebagai orang yang paling tepat mengelola semua lini perusahaan. Banyak perusahaan besar yang menyewa orang untuk menjadi bos di perusahaan mereka ketika memang seorang pengusaha menyadari ia tidak mampu melakukannya atau melihat orang lain lebih baik dalam melakukannya. Ketika waktu untuk menyewa seorang eksekutif tiba, Anda perlu menemukan orang-orang untuk mengisi posisi berikut:
Chief Executive Officer (CEO). CEO merupakan bos dari semuanya dan bertanggung jawab atas segala sesuatu. Mereka menentuan strategi untuk perusahaan. Mereka juga akan membentuk dan merekrut anggota tim senior lainnya. Mereka yang akan mengelola pendanaan. Seorang CEO harus punya keahlian berpikir strategis, dan kemampuan memutuskan kemana tujuan bisnis atau industri. Mereka harus dapat membuat rute terbaik bagi perusahaan untuk navigasi menuju pasar masa mendatang. Mereka juga harus bisa membuat penawaran terbaik. Keahlian utama yang dibutuhkan dari seorang CEO adalah dalam hal merekrut dan memberhentikan. Manajemen team yang baik dapat menutupi kekurangan CEO. Seorang CEO mungkin dapat mengatur strategi, memprediksi masa depan, dan mengelola anggaran, tetapi jika tidak ada tim yang tepat, mereka tidak mungkin melakukan semua itu sendirian. Jadi mereka harus bisa mengidentifikasi dan mempekerjakan orang-orang yang tepat, dan memberhentikan mereka yang tidak bekerja.
Chief Operating Officer (COO). Seorang COO menangani rincian operasional perusahaan yang kompleks. Mereka memutarkan belanja barang senilai jutaan rupiah dan mengatur persediaan barang di gudang. Mereka harus memastikan semua barang di gudang tidak ada yang rusak dan dapat didistribusikan ke bagian produksi ataupun untuk dijual. Jangan sampai ada penumpukan barang yang berlebihan dan jangan sampai persediaan barang kurang.
Chief Financial Officer (CFO). Jelas dan sederhana, CFO menangani keuangan. Mereka membuat rencana anggaran dan strategi pembiayaan. Mereka yang lebih tahu akan lebih baik ketika menyewa atau membeli. Kemudian mereka mengontrol arus kas perusahaan Anda agar tetap sehat. CFO seperti orang pelit yang tidak akan membiarkan pengusaha membeli satu alat canggih dengan harga mahal yang membuat Anda harus menumpuk sejumlah cicilan. Tetapi walaupun hal ini menyebalkan, CFO selalu memantau pelanggan, lini bisnis, dan produk yang menguntungkan, sehingga di tahun selanjutnya Anda bisa membeli peralatan canggih tersebut.
Chief Marketing Officer (CMO). Mereka ibarat wakil presiden. Alasannya sederhana: saat ini pertempuran bisnis adalah pertempuran penjualan, sehingga strategi perusahaan sering bergantung pada strategi pemasaran. CMO memiliki strategi pemasaran yang juga mencakup strategi penjualan serta mengawasi pelaksanaannya. Mereka yang nantinya akan menentukan media promosi yang akan digunakan seperti membuat brosur atau website. CMO tahu bagaimana membawa industri Anda keluar dan membantu Anda memposisikan produk, membedakannya dari produk pesaing, mencari distributor, dan memastikan pelanggan untuk kembali pada produk Anda.
Chief Technologies Officer (CFO). Sebuah bisnis harus bisa mengikuti perkembangan teknologi, mengintegrasikan ke dalam strategi perusahaan, dan memastikan teknologi itu berjalan ketika diperlukan. Itulah tugas dari CTO.  Mereka tidak harus membeli teknologi baru. Anda membutuhkan CTO dalam manajemen team ketika teknologi diperlukan dalam strategi industri. Tanyakan pada CTO, bagaimana membuat strategi perusahaan Anda lebih canggih dari sebelumnya dan menjadi lebih mudah untuk memantau. Bahkan dapat mengembangkan produk baru berbasis teknologi.


Cari Anggota Tim Anda Sayangnya, eksekutif yang baik tidak akan  tumbuh di pohon dan Anda tidak akan ingin mempekerjakan orang-orang yang seperti itu. Karena keputusan mereka dapat merusak bisnis, Anda menginginkan yang terbaik. Koran, iklan baris dan internet bukan cara satu-satunya. Dan iklan massal akan tepat menarik orang-orang yang mempunyai kompetensi untuk masuk ke tim. Seseorang yang sudah terampil atau punya pengalaman sebagai  eksekutif jarang mendaftar sendiri di bagian surat kabar seperti yang digunakan para pemasang iklan pemanggang dan mesin pertanian di halaman belakang. Jika Anda memiliki dana lebih, perusahaan pencari eksekutif adalah cara yang tepat. Meskipun mereka mengenakan biaya tambahan untuk menemukan kandidat, mereka mencari lebih ekeftif dan yang ditunjukkan pada Anda adalah kandidat yang sudah disaring dan paling pas untuk Anda, sehingga ini akan menghemat waktu. Setelah mendapat calon potensial, bagaimana memastikan mereka dapat melakukan pekerjaan dengan baik? Seorang eksekutif mempunyai dampak besar, baik untuk karyawan, keputusan, dan keuntungan, sehingga sudah layak untuk Anda meluangkan waktu memeriksa mereka secara rinci. Ada CFO yang menggelapkan uang perusahaan tempat ia bekerja, tapi bosnya yang lama masih mengatakan ia bekerja dengan baik. Ini bukan hal yang tidak mungkin.

Tips Mewawancara Ketika duduk berhadapan dengan kandidat eksekutif potensial, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui untuk membuat pekerjaan lebih mudah:
1. Pastikan kandidat tersebut paham pekerjaannya. Jika seorang CMO tdak tahu perbedaan penjualan dan pemasaran, atau seorang CFO tidak tahu perbedaan LIFO dan FIFO, tinggalkan mereka.
2. Wawancara untuk ikatan. Apakah Anda percaya pada kandidat ini? Apakah Anda ingin menghabiskan waktu dengan mereka? Jangan mencari orang yang abrasif, sekalipun mereka berbakat. Sebagai contoh, seorang COO takut untuk membuat keputusan yang sulit yaitu reorganisasi seluruh perusahaan dengan segala bakat hebatnya, eksekutif sangat buruk dan dibenci.
3. Berbicara dengan orang-orang mantan perusahaan kandidat Anda. Apakah yang kandidat Anda katakan tercermin dari dalam apa yang mantan bawahan atau atasan mereka katakan? Cari tahu apakah mereka menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dan mengikuti budaya perusahaan. Dalam bisnis kecil, isu budaya sama pentingnya dengan menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
4. Selalu pekerjakan orang yang benar-benar pintar. Ini adalah pedoman baik untuk diikuti: setiap karyawan baru harus bisa meningkatkan rata-rata IQ perusahaan. Itu berarti mereka harus lebih pintar dari Anda.
5. Pastikan mereka mau belajar. Akankah kandidat tadi mengulang kesalahan di masa lalu? Atau akankah mereka belajar dari kesalahan dan mengadaptasi pengetahuan mereka pada perusahaan Anda?
6. Biarkan mereka bercerita. Jangan Anda yang terlalu banyak bertanya, tapi biarkan mereka yang bercerita pengalaman masa lalu secara spesifik. Cerita mereka akan menunjukkan nilai, keahlian, dan kemampuan mereka.

Membuat Kesepakatan Setelah menemukan kandidat terbaik, Anda harus membujuk mereka untuk mau bergabung dengan manajemen team Anda. Tidak ada aturan baku mengenai kesepakatan terbaik untuk ditawarkan pada mereka. Pekerja biasa mungkin akan cukup senang hanya dengan uang, tapi eksekutif tidak semudah itu. Mereka mungkin ingin memiliki opsi saham, gaji selangit dan bonus tiap tahun atau bahkan per kuartal . Karena tugas mereka adalah untuk membuat seluruh perusahaan berjalan dengan baik dan berhasil, gunakan opsi saham dan rencana bonus untuk menghubungkan pendapatan mereka agar mendapat kinerja terbaik untuk keberhasilan perusahaan. Opsi saham harus selaras dengan kinerja jangka panjang, sedangkan bonus dan pembagian laba harus didasarkan pada hasil tahun lalu Tentu saja, tidak semua eksekutif menginginkan saham. Pastinya Anda akan mencintai seseorang yang senang dengan pekerjaan menantang dan gaji sederhana. Dan mereka ada di luar sana! Beberapa orang berkualitas baik yang lebih peduli terhadap waktu  dengan keluarga, budaya yang menyenangkan, pekerjaan yang menantang, atau menjadi bagian dari upaya mengubah dunia. Semakin Anda memahami motivasi setiap orang, semakin Anda dapat penawaran yang memuaskan mereka.
management-team-building-strategies
Setelah para kandidat tadi sudah masuk dalam susunan organisasi Anda, delegasikan mereka sesuai dengan keahlian dalam manajemen team Anda. Tapi ingat, Anda tetap seorang pengusaha yang memiliki perusahaan tersebut. Pendapat Anda juga diperlukan untuk masukan bagi mereka. Jangan melepas semua beban pada mereka. Mereka hanya mengerjakan sebagian, bukan semuanya.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda yang ingin memiliki manajemen tim yang kuat. Semoga beruntung!

Sumber:
http://blog.sribu.com/2014/07/02/anda-pengusaha-ini-langkah-membangun-manajemen-team-yang-kuat/


Bisnis Sukses Dengan Membidik Target Market Yang Tepat

Bisnis Sukses Dengan Membidik Target Market Yang Tepat
photo source: onlinesurvey.surveyshack.com

Untuk membuat bisnis sukses hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan siapa target market Anda dan menyesuaikannya dengan strategi marketing yang akan Anda jalankan untuk membidik target market tersebut.
Ditengah persaingan yang semakin ketat dalam dunia bisnis memiliki target market yang sesuai merupakan hal terpenting. Bisnis berskala kecil mampu secara efektif untuk berkompetisi dengan perusahaan besar dengan membidik target market yang sesuai sasaran.
Kebanyakan pebisnis mengatakan bahwa target mereka adalah orang-orang yang tertarik pada produk atau service yang mereka tawarkan. Beberapa juga mengatakan bahwa target market mereka adalah pengusaha kecil, ibu rumah tangga atau pemilik rumah. Tentunya target market ini terlalu umum dan sulit untuk mewujudkan strategi marketing yang lebih kongkrit.
Dengan mengarah pada market yang lebih spesifik maka bukan berarti Anda memisahkan diri dari orang-orang yang bukan merupakan target market Anda. dengan adanya target market yang jelas maka ini akan membantu Anda untuk fokus pada strategi marketing yang lebih tepat sasaran.
Tentunya strategi marketing dengan target market yang tepat akan lebih mudah untuk diterima, efisien, efektif dan mampu menjangkau klien potensial serta menciptakan sales.
Dengan target market yang jelas tentunya akan lebih mudah untuk menentukan bagaimana dan dimana Anda harus mempromosikan bisnis anda menjadi bisnis sukses. berikut adalah enam langkah cerdas yang harus dilakukan ketika menentukan target market Anda.

1. Kenali Siapa Customer Anda

we_love_our_customers_45120409_std1
Siapa customer Anda sekarang dan mengapa mereka membeli dari Anda? Anda bisa mencari kesamaan karakter dan kesukaan dari customer Anda. Dengan mengetahui siapa dan seperti apa karakter dari customer Anda maka Anda bisa mulai menyasar orang-orang dengan karakter dan kesukaan yang sama seperti customer Anda saat ini untuk menawarkan produk atau service yang Anda jual. Ini adalah fondasi daripada membuat bisnis sukses.

2. Kenali Siapa Kompetitor Anda

bussiness-development-competition
Mengetahui siapa kompetitor Anda merupakan salah satu cara untuk mengetahui siapa target market Anda. siapa orang-orang yang dituju oleh kompetitor Anda? siapa customer mereka saat ini? sebaiknya Anda tak menyasar market yang sama Anda bisa mencari target market Anda sendiri yang sesuai dengan brand Anda.

3. Analisa Produk atau Service Yang Anda Jual

Dalam menentukan target market Anda sebaiknya Anda melakukan analisa pada produk atau service yang Anda jual. Buat daftar feature dan spesifikasi dari masing-masing atau produk atau service yang Anda jual. Buat juga secara detail keunggulan dan keuntungan yang bisa didapat orang dari produk atau service tersebut. Misalnya saja seorang desainer profesional menawarkan layanan desain berkualitas bagus maka keuntungan dari hasil desain tersebut adalah imej perusahaan yang profesional.
Imej perusahaan yang profesional akan menarik lebih banyak customer dikarenakan mereka melihat perusahaan tersebut bisa dipercaya dan profesional. Bisa dikatakan bahwa keuntungan dari hasil desain berkualitas bagus adalah untuk memperoleh lebih banyak customer dan mendapatkan profit besar.
Jika Anda telah memiliki daftar berbagai keuntungan dari produk atau service tersebut maka buat daftar orang yang membutuhkan keuntungan tersebut. Seperti misalnya Sribu sebagai perusahaan penyedia jasa desain terpercaya dan nomor satu di Indonesia bisa menyasar pengusaha kecil dan menengah yang membutuhkan hasil desain profesional dan berkualitas bagus untuk meningkatkan imej brand mereka.
photo source: thepeoplemarketing.us

4. Pilih Demografi Yang Spesifik Sebagai Target Market

Anda harus menganalisa target market Anda berdasarkan kebutuhan mereka akan sebuah produk atau service namun siapa yang akan membeli produk atau service anda. berikut beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan target market:
•          Umur
•          Lokasi
•          Gender
•          Pendapatan Perbulan
•          Tingkat Pendidikan
•          Status
•          Pekerjaan
•          Latar Belakang Etnis

5. Pertimbangkan Psikografi dari Target Market Anda

Psikografi merupakan hal yang harus Anda pertimbangkan dalam membidik target market. Psikografi merupakan hal-hal yang berhubungan dengan karakter pribadi dari seseorang seperti didalamnya:
•          Personality
•          Attitudes
•          Values
•          Interests/hobbies
•          Lifestyles
•          Behavior
Anda bisa menganalisa dan membuat strategi bagaimana produk atau service yang Anda tawarkan bisa sesuai dengan lifestyle dari target market Anda. bagaimana dan kapan mereka akan menggunakan produk tersebut? Fitur atau spesifikasi apa yang paling menarik buat mereka? Media apa yang akan mereka cari untuk berburu informasi? Apakah mereka membaca koran, mencari informasi di internet atau menghadiri acara-acara tertentu?

6. Evaluasi Keputusan Anda

Untuk mencapai bisnis sukses, ketika Anda telah memutuskan target market tertentu, anda harus mempertimbangkan beberapa pertanyaan dibawah ini:
• Apakah ada cukup banyak orang yang sesuai dengan kriteria target market Anda?
• Apakah target market Anda benar-benar akan mendapat keuntungan dari produk atau service Anda
• Apakah Anda sudah memahami apa yang mendasari target market Anda dalam mengambil keputusan?
• Bisakah target market Anda menerima produk atau service yang Anda tawarkan?
• Apakah Anda bisa menjangkau target market yang akan Anda tuju?
Anda bisa memulai untuk menemukan target market Anda dengan mencari berbagai informasi. Cobalah untuk mencari informasi online hal-hal yang belum pernah dilakukan orang mengenai target market Anda. Anda bisa mencari informasi mengenai target market Anda di artikel majalah atau blog.
Anda bisa juga mengunjungi blog atau forum dimana orang-orang yang merupakan target market Anda berkomunikasi mengenai pendapat mereka. Anda bisa mencari hasil survey yang telah ada atau membuat survey sendiri. Anda juga bisa meminta para customer Anda saat ini feedback mengenai produk atau service yang Anda jual. Ini adalah salah satu jalan untuk mencapai bisnis sukses.
Menentukan target market merupakan bagian paling berat. Jika Anda sudah mengetahui orang-orang yang akan Anda tuju maka akan lebih mudah untuk mengetahui media mana yang akan Anda pakai untuk menjangkau mereka.
Selain itu Anda juga lebih mudah untuk menyusun strategi marketing yang cocok untuk target market tersebut. Menentukan target market Anda akan mempengaruhi kesuksesan bisnis Anda nantinya dimasa mendatang.
Sumber:
http://blog.sribu.com/2013/03/06/bisnis-sukses-dengan-membidik-target-market-yang-tepat/

3 Langkah Mudah Membuat Business Plan yang Baik

business plan
Membuat business plan merupakan langkah awal yang penting dilakukan dalam sebuah bisnis. Dengan membuat business plan dapat memudahkan kita merancang bentuk bisnis dan langkah yang akan diambil dalam perusahaan. Sebuah business plan yang baik dapat membantu dalam mencapai tujuan bisnis. Business Plan juga dapat menjadi acuan bagi investor dalam memutuskan rencana investasi mereka pada perusahaan.
Bagian 1 : Kerjakan Tugas Anda
1. Analisa Pasar Potensial
Tentukan segmen pasar lokal (dan/atau Internasional) yang akan menggunakan jasa atau produk Anda. Hal ini membutuhkan lebih dari sekedar hanya estimasi atau dugaan namun harus melalui penelitian yang cerdas dan akurat. Kumpulkan berbagai informasi dari orang di luar perusahaan dan juga lakukan pengamatan sendiri dengan metode yang tepat. Pertimbangkan hal-hal berikut:
  • Apakah ada pasar yang layak untuk menjual produk atau jasa Anda?
  • Berapa usia potensial pelanggan Anda?
  • Apa yang mereka lakukan sehari-hari?
  • Apakah produk atau layanan Anda dapat menarik etnis atau kelompok ekonomi tertentu?
2. Tetapkan Seberapa Besar Pasar Potensial
Sangat penting untuk mengetahui sespesifik mungkin pasar dan produk perusahaan. Sebagai contoh jika Anda ingin memulai bisnis sabun, Anda pasti percaya bahwa semua orang membutuhkan produk sabun, tetapi bukan berarti bisnis dapat dimulai dengan target  pasar mencakup seluruh dunia. Buatlah target yang lebih spesifik, seperti anak-anak, sabun dengan busa banyak, wangi khusus, sehingga Anda dapat menganalisis demografis yang lebih spesifik.
3. Identifikasi Kebutuhan Awal Perusahaan 
Berapa besar modal awal yang harus tersedia? Apakah Anda membutuhkan 300 karyawan dan jaringan telepon di meja kantor.Buatlah rincian kebutuhan perusahaan, seperti lemari-lemari untuk menyimpan semua berkas, ataupun waktu yang harus disediakan untuk membuat rencana dan menentukan pasar potensial Anda.
4. Siapkan Contoh Produk
Jika Anda ingin memproduksi perangkap tikus, pasti Anda sudah mempersiapkan prototipe untuk produk tersebut, tetapi butuh lebih dari sekedar itu untuk menarik calon investor. Seperti apa bentuk perangkap tikus itu? Bahan apa yang akan dibutuhkan? Apakah memerlukan biaya untuk menyiapkan prototipe? Apakah membutuhkan tenaga ahli untuk maintenance? Apakah perlu mematenkan produk Anda? Apakah perlu sertifikasi keamanan produk?
5. Teliti Lokasi Strategis untuk Bisnis 
Hubungi iklan pemasaran property dan cari mana lokasi yang tepat untuk menjual bisnis sehingga dapat samapi ke konsumen. Buatlah daftar property dari yang paling mahal hingga paling murah. Berapa banyak ruang yang dibutuhkan dan berapa banyak ruang yang mungkin untuk disewakan.
6. Tentukan Biaya Awal 
Buatlah daftar semua sumberdaya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Estimasi semua biaya total yang dibutuhkan untuk start-up mulai dari belanja computer canggih hingga hanya memasang jaringan telepon di meja. Jika ada item yang terlalu mahal dan tidak terlalu berpengaruh signifikan, carilah alternatif lain.
7. Posisikan Diri Sebagai Calon Investor
Business Plan juga bertujuan untuk menarik calon investor, jadi selayaknya posisikan diri Anda seandainya menjadi investor. “Jika saya akan investasi pada produk X, informasi apa yang saya butuhkan?” kumpulkan sebanyak mungkin informasi yang kredibel dan dapat membantu Anda sebanyak mungkin. Mungkin beberapa produk akan sulit untuk mendapatkan informasi yang relevan.
8. Identifikasi Investor yang Potensial
Bank atau sumber pendanaan lainnya tidak menginvestasikan uangnya berdasarkan ide-ide yang menarik dan bagus. Mereka mengikuti pedoman data manajemen resiko, yang dirancang dalam business plan untuk meyakinkan mereka investasi atau meminjamkan uang pada bisnis Anda. Pemberi pinjaman akan melihat modal (capital), kapasitas (capacity), jaminan (collateral), kondisi (condition), dan karakter (character) atau yang dikenal dengan 5C perusahaan Anda.
Bagian 2: Buat Struktur Bisnis 
1. Definisikan Perusahaan 
Sebuah business plan tidak akan berhasil jika visi meisi perushaan tidak dapat tersampaikan? Apa yang perusahaan lakukan untuk orang lain? Apa produk atau layanan yang disediakan? Tuliskan semua secara spesifik. Para calon investor perlu tahu bahwa produk atau layanan Anda akan bermakna dan berharga bagi orang-orang yang menggunakannya.
2. Pilih Strategi Untuk Lebih Unggul
Setelah menentukan keunggulan kompetitif bisnis, tentukan strategi apa yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut. Bagaimana Anda membuat produk atau jasa tersebut berbeda dari merek lain? Langkah pertama dalam memilih strategi yang efektif adalah mengidentifikasi keunggulan produk atau jasa. Keunggulan kompetitif juga termasuk merancang fitur khusus yang tidak dirancang produk pesaing. Mungkin saja pengiriman cepat, harga lebih murah, membangun hubungan dengan pelanggan.
3D-Success-Graph
3. Desain Perusahaan 
Tentukan langkah untuk merekrut dan mengatur tenaga kerja. Pada saat menentukan konsep bisnis potensial, Anda pasti sudah memikirkan berapa banyak tenaga kerja dan ketrampilan apa yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis tersebut. Perlu diketahui bahwa mungkin rencana awal berubah seiring pertumbuhan bisnis. Anda mungkin perlu memekerjakan lebih banyak manajer untuk mengawasi staf, atau menambah departemen baru untuk memenuhi permintaan pelanggan. Proyeksi pertumbuhan dan ekspansi perusahaan harus dituangkan dalam business plan.
4. Pertimbangkan Isu-Isu Dalam Menjalankan Bisnis 
Pahami bahwa Anda adalah seorang pemimpin dan atasan. Tentunya akan ada banyak isu yang harus dihadapi pemimpin dan atasan, seperti keinginan dan kemampuan menjadi atasan yang baik, hingga bagaimana memberikan hak-hak karyawan, seperti gaji dan upah, tunjangan pension, dan asuransi.
Investor tentu ingin tahu sejauh mana Anda mampu menjalankan bisnis. Apakah Anda perlu segera memekerjakan manajer berpengalaman? Apakah Anda tetap akan memekerjakan karyawan lama atau merekrut karyawan baru? Dan dimana menemukan karyawan yang potensial?
5. Tentukan Rencana Pemasaran
Salah satu kesalahan umum dalam business plan adalah kegagalan pengusaha menyampaikan dengan tepat bagaimana mereka akan mencapai konsumen mereka dan bagaimana produk mereka akan disajikan pada pelanggan. Para calon investor, staf, dan mitra tidak akan yakin bahwa rencana akan berhasil hingga Anda menetapkan metode yang efektif untuk berhubungan degan pelanggan, dan menjamin bahwa setelah mendapatkan pelanggan, Anda dapat meyakinkan mereka membeli produk atau jasa tersebut.
Bagian 3: Menulis Business Plan
1. Atur Semua Informasi Relevan pada Bisnis Anda
Mulai dari bagian membuat judul dan menuliskan informasi yang sesuai dibawah judul. Beberapa poin yang berguna untuk menarik investor antara lain:
  • Halaman Judul dan Isi
  • Ringkasan Eksekutif, tuliskan visi perusahaan
  • Deskripsi Umum Perusahaan, memberikan gambaran perusahaan  dan layanan yang disediakan
  • Produk dan Jasa, menjelaskan secara rinci produk dan jasa unik perusahaan
  • Rencana Pemasaran, menjelaskan bagaimana menyampaikan produk pada konsumen
  • Rencana Operasional, menjelaskan alur perusahaan bekerja setiap hari
  • Manajemen dan Organisasi, menggambarkan struktur organisasi dan filosofinya
  • Rencana Keuangan, menggambarkan model keuangan dan kebutuhan perushaan dari Investor.
2. Tulis Ringkasan Eksekutif Terakhir
Ringkasan eksekutif pada sebuah business plan sebenarnya adalah sebuah daya tarik besar untuk para investor, atau siapapun yang membaca business plan Anda. Ringkasan ini harus merangkum dan mengartikulasikan sesuatu yang menonjol dari produk dan model bisnis. Tuliskan tentang visi besar perusahaan.
3. Kumpulkan Semua Informasi Secara Bersamaan dan Siapkan Beberapa Rancangan
Anda telah bekerja keras melakukan penelitian, menentukan bisnis yang akan dijalankan, membuat target yang akurat dan menjual produk. Kini saatnya meletakkan secara bersamaan business plan dengan semua pemikiran, penelitian, dan kerja keras Anda tadi menjadi gambaran yang komprehensif mengenai struktur dan layanan perusahaan.
Melihat langkah-langkah di atas tentunya Anda menjadi sadar bahwa business plan memang penting dibuat dalam bisnis. Selain sebagai sarana untuk mencari investor, sebenarnya juga dapat menjadi strategi pemasaran bisnis. Satu hal yang tidak kalah penting dari business plan adalah desain logo perusahaan dan desain template. Anda juga dapat mencantumkan website perusahaan dan media sosial perusahaan.
Sumber:http://blog.sribu.com/2014/05/19/3-langkah-mudah-membuat-business-plan-yang-baik/ 

Tips untuk Membuat Bisnis Plan Sederhana dan Bagus

business-plan3

Jika Anda sudah paham mengapa bisnis plan perlu untuk dibuat dan Anda telah menghabiskan waktu melakukan pekerjaan rumah yaitu mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk membuat bisnis plan, ini waktunya menyingsingkan lengan baju dan menuliskan semua di atas kertas. Artikel kali ini akan menjelaskan tujuh bagian penting untuk membuat bisnis plan: Apa yang harus Anda cantumkan, dan tidak seharusnya dicantumkan,  bagaimana bekerja dengan angka dan bagaimana tambahan sumber daya bisa berubah menjadi masalah.
Ringkasan Bisnis Plan
Dalam keseluruhan rencana bisnis yang akan dibuat tentunya dapat ditarik dalam satu garis besar. Ringkasan bisnis plan dapat dibuat sesuai dengan susunan daftar isi. Ringkasan juga harus memberitahu pembaca apa yang Anda inginkan melalui rencana bisnis tersebut. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan! Pastikan ringkasan ditulis dalam alur yang jelas dan menyampaikan tujuan Anda dengan baik pula.
Deskripsi Bisnis
Deskripsi bisnis pada bisnis plan biasanya dimulai dengan deskripsi singkat tentang industri. Saat menjelaskan industri yang sedang dijalankan, sebaiknya Anda membahas tentang apa yang sedang terjadi pada industri tersebut saat ini, pandangan Anda dan juga berbagai  kemungkinan yang akan terjadi di masa datang. Utarakan dengan bahasa yang baik dan jangan lupa untuk memberikan informasi mengenai berbagai segmentasi pasar dalam industri tersebut yang nantinya akan meliputi penjelasan mengenai berbagai produk baru dan perkembangannya, baik yang menguntungkan atau merugikan bisnis Anda.
Strategi Pasar
Strategi pasar ini adalah hasil dari analisis secara teliti pada pasar dan tingkah lakuknya. Sebuah analisis pasar membuat pengusaha menjadi lebih akrab dengan semua aspek dari pasar sehingga dapat lebih mudah menentukan target pasar dan perusahaan dapat diposisikan untuk menyiapkan produk dan jasa sesuai dengan target market.
Analisis Kompetitor
Tujuan dari analisis kompetitor ini adalah salah satu cara untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pesaing dalam market Anda. Strategi yang baik akan memberikan keuntungan, dan juga memberikan hambatan kepada pesaing yang ingin berusaha masuk ke dalam market Anda. Segala kelemahan kompetitor pun bisa Anda teliti dan manfaatkan dengan mengembangkan produk serta layanan Anda.
Desain dan Pengembangan Rencana
Tujuan dari desain dan pengembangan rencana dalam bisnis plan adalah untuk menyajikan deskripsi produk dan pelayanan yang akan diberikan kepada pelanggan, grafik perkembangan produksi, pemasaran dan perusahaan itu sendiri, dan membuat anggaran pengembangan yang akan memungkinkan perusahaan mencapai tujuan kepada investor atau calon investor Anda.
Rencana Operasional dan Manajemen
Rencana operasional dan manajemen dirancang untuk menggambarkan bagaimana fungsi operasional dan manajemen bisnis secara berkelanjutan. Rencana operasional akan menyorot berbagai hal yang berhubungan dengan logistik dari bisnis seperti berbagai tanggung jawab manajemen team, tugas yang diberikan pada tiap divisi dalam perusahaan, dan modal serta biaya yang dibutuhkan terkait operasional bisnis.
Faktor Keuangan
Data keuangan selalu berada pada halaman belakang sebuah bisnis plan, namun bukan berarti perihal keuangan tidak lebih penting daripada hal-hal yang dijelaskan pada bagian sebelumnya. Buat data keuangan dan penjelasannya dengan jelas dan terperinci sehingga pembaca mudah mengerti maksudnya dan mungkin saja tertarik untuk berinvestasi pada bisnis Anda!
business-plan-image1

Itulah tadi paparan singkat cara membuat bisnis plan. Tentunya penjelasan di atas sudah menjelaskan dengan seksama mengenai pentingnya bisnis plan bagi setiap bisnis baru. Dan hendaknya bisnis plan ini sifatnya fleksibel dan selalu dapat diperbarui karena bisnis yang berjalan pasti akan mengalami perubahan. Dengan membuat business plan,tentunya Anda bisa menjadikannya sebagai media untuk memperkenalkan perusahaan dan produk serta jasa yang ditawarkan. Namun untuk menunjang kegiatan ini secara visual, Anda bisa membuat website perusahaan dengan mencantumkan profil perusahaan yang kurang lebih isinya sama dengan bisnis plan. Selamat mencoba! 

Sumber:
http://blog.sribu.com/2014/07/25/tips-untuk-membuat-bisnis-plan-sederhana-dan-bagus/

7 Pertanyaan Penting Sebelum Melakukan Desain Website

Tanyakan 7 Pertanyaan Ini Sebelum Melakukan Desain Website
Sebagai seorang desainer, saat seorang klien menginginkan mereka untuk mendesain sebuah desain website, sudah kewajiban Anda untuk bisa memasuki jalan pikiran mereka dan mendapatkan seperti apa desain website yang mereka inginkan. Tetapi, untuk memasuki jalan pikiran klien, Anda tidak hanya sekedar menerka – nerka seperti apa desain website yang mereka inginkan. Anda harus memiliki strategi agar mencapai desain website yang mereka inginkan. Tidak ada salahnya untuk mencari tahu mengenai keinginan mereka. Dan perlu diingat, tidak perlu menanyakan hal – hal yang tidak penting. Anda hanya perlu mempersiapkan beberapa pertanyaan mudah tetapi memiliki arti untuk desain website anda. Hal itulah yang akan membuat Anda terlihat sebagai desainer profesional. Inilah tujuh pertanyaan penting sebelum melakukan desain website.

1.  Apa tujuan bisnis anda? Apa misi dan nilai anda?

5hcg9mki

Dengan pertanyaan mudah ini, Anda sebagai seorang desainer mencoba untuk memahami apa yang dilakukan klien Anda dalam bisnisnya dan apa yang ingin dicapai oleh klien dalam bisnisnya. Dengan memahami tujuan bisnis klien anda, Anda bisa melihat dan mempertimbangkan bagaimana bisnis klien Anda beberapa tahun kedepan. Selain tumbuh secara finansial, apakah ada tujuan-tujuan lain seperti ingin memasuki pasar yang baru? Atau lain-lainnya. Dengan mengetahui tujuan dan misi bisnis klien, Anda dapat mendesain suatu desain website yang dapat digunakan tidak hanya untuk sekarang, tetapi juga dapat digunakan dalam beberapa tahun ke depan.

2.  Apakah Anda menginginkan website Anda untuk mencapai tujuan yang sama dan memancarkan nilai yang sama?

first-image

Seperti yang kita ketahui, sebuah website merupakan identitas online bisnis. Dengan mengajukan pertanyaan ini, Anda tahu apa sebenarnya tujuan yang diinginkan klien membuat sebuah website. Sebagian besar klien yang membuat website lebih memilih untuk memproyeksikan nilai dan tujuan yang sama dengan nilai dan tujuan bisnis mereka. Tetapi, tidak sedikit klien yang menginginkan perubahan persepsi tentang bisnis mereka. Beberapa klien menginginkan bisnis mereka terlihat lebih kontemporer. Dengan menggunakan pertanyaan ini, Anda akan menetapkan apa sebenarnya tujuan website ini sehingga Anda tidak salah mendesain suatu desain website.

3.  Siapa target pelanggan yang mengakses website anda?

clean&elegant

Sebagai seorang desainer desain website, Anda harus mengingat bahwa kesan pertama pengunjung merupakan hal yang sangat penting. Anda harus mempunya daya tarik bagi target audience anda. Banyak sekali tips mudah membangun website yang mempunyai daya tarik bagi target audience. Salah satunya Anda harus mengetahui target audience anda. Website ini akan menargetkan audience yang spesifik. Tapi, sebenarnya siapa mereka? Siapa target pasar yang dituju oleh website?
Dengan mengajukan pertanyaan ini, Anda akan mengetahui siapa target pelanggan yang mengakses website ini mulai dari umur, sampai pekerjaan. Keberhasilan atau kegagalan dari setiap desain website tergantung seberapa baik website tersebut dapat memenuhi kebutuhan target pasarnya. Namun, untuk memenuhi kebutuhan mereka, Anda harus terlebih dahulu mengetahui karakteristik target pelanggan anda. Siapa yang lebih baik memberi tahu mengenai hal tersebut selain klien anda? Selain itu, Anda juga harus memahami dan mencari contoh desain website yang mewakili karakter target audience. Dengan begitu, tidak hanya memuaskan klien dengan membuat desain website yang baik, Anda juga akan menambah ilmu dan profesionalisme anda.
4.  Bagaimana Anda mengukur keberhasilan website anda?
second-image
Pertanyaan ini sangat penting. Anda harus tahu bagaimana klien mengukur keberhasilan websitenya. Dengan pertanyaan ini, Anda akan mempengaruhi keputusan desain website yang Anda akan buat. Jika klien mengukur keberhasilan website dengan jumlah orang yang meminta penawaran jasanya, Anda dapat memastikan Anda harus membuat tombol call-to-action dan ditempatkan secara strategis untuk membujuk orang untuk meminta penawaran jasa bisnis tersebut.
Cara membuat call-to-action yang efektif pun tidaklah susah. Yang penting adalah harus jelas terlihat dan jelas perintahnya, seperti “Klik Disini” atau “Daftar Sekarang” dan lain-lain. Kemudian tombol tersebut harus terlihat menarik dan beda dari yang lain. Dengan demikian tombol ini dapat mendatangkan hasil seperti yang Anda harapkan. Jika Anda masih kebingungan, Anda bisa mengikuti tips membuat call-to-action dengan efektif ataupun melihat contoh desain website terbaik yang dibuat oleh Sribu.
5.  Apakah Anda memiliki preferensi desain?
bluebells
Saat bekerja dengan seorang klien, mereka pasti memiliki ide sendiri tentang bagaimana dia ingin websitenya terlihat. Bagi sebagian klien, hal tersebut bukanlah suatu masalah. Tetapi bagi sebagian lainnya yang tidak mengerti apa yang mereka inginkan, merupakan masalah untuk anda. Mereka tidak memiliki ide untuk desain website yang akan dibuat, tetapi mereka hanya ingin sesuai dengan trend baru. Terkadang mereka suka memberikan ide campuran seperti ingin desain yang retro, tetapi minimalis dan banyak lagi. Hal itulah yang membuat Anda ikut kebingungan untuk membuat desain website.
Dengan pertanyaan ini, Anda akan memahami apa yang mereka inginkan dan menjelaskan dengan baik mengapa ada beberapa pendekatan yang mereka inginkan tidak akan berjalan dengan baik. Jika Anda bicarakan dari hari pertama, maka masalah besar tidak akan muncul saat pertengahan pendesaian.
6.  Apa USP website yang Anda inginkan?
third-image
Ada beberapa website yang populer karena mereka menawarkan informasi yang solid, handal dan berguna bagi pengunjung website, ada beberapa yang bisa dipercaya untuk memberikan berita terbaru tentang niche tertentu, dan lain lain. Sebuah website tidak akan bekerja tanpa USP. Bagi Sribuddies yang belum mengetahui apa itu USP, USP merupakan singkatan dari Unique Selling Proposition. USP adalah hal yang membedakan bisnis Anda dari pesaing lainnya dan menjadikan Anda spesial. USP adalah alasan mengapa orang mengunjungi suatu website. Sebagai desainer, memang bukan tugas Anda untuk memikirkan mengenai USP. Dengan menanyakan hal tersebut, Anda akan lebih mudah untuk membuat desain website tersebut.

Sumber:
http://blog.sribu.com/2014/01/27/7-pertanyaan-penting-sebelum-melakukan-desain-website/


Kamis, 24 Juli 2014

20 Contoh Of Low Angle

Beberapa gambar diambil sedikit lebih tinggi dari tanah dan masih dapat menunjukkan tingkat perspektif. Untuk menambahkan inspirasi memicu beberapa ide untuk anda dalam Fotografi : 
Berikut 20 Contoh gambar Of Low Angle  :
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sumber:
http://zirakarisma.blogspot.com/2014/01/fotografi-20-contoh-of-low-angle.html#.U9H7leOSxod